Uston Nawawi, dari Dusun Klagen Jadi Legenda Persebaya dan Berkostum Timnas Indonesia

Posted on: | in Berita Bola

Sosok Uston Nawawi pantas masuk dalam jajaran legenda Persebaya Surabaya. Ia dua kali meraih trofi juara Liga Indonesia bersama Persebaya Surabaya, yakni pada musim 1996/1997 dan 2004.

Secara personal, sampai saat ini Uston Nawawi masih menjadi pemain tersubur yang pernah membela Bajul Ijo yang mengoleksi 63 gol. Pencapaian tersebut terbilang luar biasa untuk seorang pemain yang berposisi sebagai gelandang.

Layaknya anak kecil, selain bermain sepak bola ala anak kampung bersama teman-teman kecilnya, Uston Nawawi kerap mencari belut di sawah, bermain layangan, dan kemudian mandi di sungai. “Dulu air sungai masih bening dan segar,” kenang Uston Nawawi.

Uston Nawawi beruntung lahir di Dusun Klagen yang kemudian dikenal sebagai lumbung pemain. Sejumlah nama familiar berasal dari sana, seperti Sutaji, Nurul Huda, Hariono, Lucky Wahyu, dan Rendi Irwan. Melihat nama-nama tersebut, mayoritas berposisi sebagai gelandang, kecuali Nurul Huda yang dikenal sebagai bek sayap.

Menurut Uston, posisi gelandang memang menjadi posisi favorit di Klagen saat itu.

“Mas Wahyu (ayah Lucky) yang menjadi pembina menyarankan kami agar menjadi gelandang. Alasannya, posisi itu membuat pemain menjadi cerdas dan kariernya cepat naik. Itulah mengapa bila ada turnamen tarkam atau uji coba, semua ingin menjadi gelandang atau paling tidak penyerang. Posisi yang paling dijauhi adalah kiper,” kisah Uston.

Setelah bergelut dalam sejumlah turnamen tarkam, peruntungan Uston Nawawi di sepak bola mulai terkuak ketika masuk skuat POPNAS Jawa Timur pada 1995. Dari ajang tersebut, ia bersama Charis Yulianto terpantau dan masuk PSSI Baretti yang berguru di Italia.

Tag: Berita Bola,


COMMENTBOX



Random Posts